|
| . |

Dengan semakin terbukanya akses untuk memperoleh arus informasi yang cepat dan akurat, Maka kami membuat Website SMA PGRI Sumenep dengan harapan dapat memberikan layanan yang lebih luas bagi masyarakat untuk memperoleh data dan informasi Pendidikan yang dibutuhkan secara akurat melalui inter-koneksi antara Sekolah, Guru dan Siswa, serta para Alumni SMA PGRI SUMENEP khususnya, dan masyarakat secara Umum.
Dimaksudkan dibuatnya Website ini untuk memberikan gambaran tentang kondisi obyektif dan tata pengelolaan SMA PGRI Sumenep, serta memperhatikan kebutuhan siswa, alumni, guru, serta pihak lain yang berkepentingan untuk berinteraksi. Diharapkan pula adanya Kritik serta Saran demi kemajuan Website SMA PGRI Sumenep ini kedepan.
Terima kasih.
Assyari, M.Pd.
Kepala Sekolah
|
| Berita Terkini |

ASMAWIYANTO, siswa kelas XI IA SMA PGRI (SMAGRI) Sumenep, berhasil meraih juara III Lomba Karya Tulis Ilmiah Tingkat SMA/SMK Se MADURA yang dilaksanakan STAI AL KHAIRAT Pamekasan selama 3 hari.
Demikian dikatakan Wakasek Kesiswaan Endang Supendi S.PdI. Beliau mengaku bersyukur meskipun Asmawiyanto meraih juara ke 3, namun menjadi satu-satunya siswa dari Kabupaten Sumenep yang meraih juara dalam keiatan ini.
“Tentunya keberhasilan ini akan memotivasi para siswa untuk berkarya lebih baik lagi,” terangnya.
Pengumuman Penerimaan Siswa Baru SMA PGRI Sumenep Tahun Pelajaran 2010/2011
| Berita Terkini |


Menyambut Tahun Pelajaran 2010 – 2011 SMA PGRI Sumenep membuka Penerimaan Peserta Didik Baru. SMA PGRI, Smart Future, Smart Content, Smart Choice, Smart Offer.
Sekilas Tentang SMA PGRI Sumenep
SMA PGRI SUMENEP sebagai salah satu lembaga pendidikan swasta di Sumenep berdiri pada tahun 1982. Sejak awal berdirinya memang diperjuangkan oleh para guru yang tergabung dalam Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) di bawah naungan Perkumpulan Pembina Lembaga Pendidikan Dasar Menengah (PPLP Dasmen) PGRI Kab. Sumenep Provinsi Jawa Timur.
Juara KTI SISWA
| Berita Terkini |

Selamat Untuk : Melia Santoso, Asmawi, Ilham dan Doni Febriyanto yang telah memenangkan Lomba KTI antar SMA/SMK se Kab. Sumenep. Terus belajar raih cita-cita kalian....
Pertanyaannya mengapa ? Jawabannya hanya satu. Mereka ingin berprestasi.....
Secara umum ada dua komponen yang di perlukan untuk seseorang mencapai keberhasilan yaitu ;
Materi dan Immateri
-
Materi. Untuk mencapai kesuksesan, seseorang harus bersedia berkorbanan baik dari segi materi atau immateri. Materi sangat diperlukan dalam berprestasi, tanpa uang atau materi mustahil prestasi bisa dicapai. Segala keperluan kita , sebagai contoh olah raga atau seni semua memerlukan uang untuk membeli keperluan yang berhubungan dengan bidang yang kita tekuni. Di bidang Pendidikan, seseorangpun mesti banyak berkorban untuk keperluan pakaian, alat tulis, transpors dan lain-lain.Tetapi materi bukanlah satu satunya kompenan yang dapat menunjang kita berprestasi.
-
Immateri. Immateri ( non materi ) juga sangat diperlukan untuk mencapai prestasi yang diinginkan. Ada beberapa immateri yang dibutuhkan oleh seseorang yaitu antara lain:
Kepsek Berprestasi
| Berita Terkini |

Selamat dan sukses Bapak Assyari, S.Pd, M.Pd. Juara 1 Kepala Sekolah Berprestasi SMA/SMK Se-Kabupaten Sumenep 2009. Civitas akademika SMA PGRI Sumenep, patut berbangga, karena salah seorang anggota keluarganya berhasil menjadi Kepala Sekolah Berprestasi.
Kepala sekolah sebagai pendidik dan tenaga kependidikan mempunyai peran yang sangat besar dalam menunjang peningkatan kualitas pendidikan di sekolah. Tugas dan tanggung jawab kepala sekolah sangat penting sehingga hanya kepala sekolah yang mempunyai kompetensi dan kreativitas tinggi yang dapat mengemban tugas tersebut.
MESKI BANYAK DITENTANG BSNP TETAP SELENGGARAKAN UN
| Berita Terkini |
Meski banyak pihak menuntut penghapusan ujian nasional (UN), Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) tetap akan menyelenggarakannya sesuai peraturan berlaku.
Hal itu disampaikan Ketua BSNP Prof Mungin Eddy Wibowo dalam penjelasan hasil pelaksanaan ujian nasional, di Jakarta, Senin (22/6).
Seperti dilansir Antara, sejak 1984 ujian pernah diselenggarakan oleh daerah maupun sekolah namun tidak berhasil meningkatkan pendidikan. Melalui PP No.10 tahun 2005 pasal 63 (1), menyebutkan untuk penilaian kompetensi secara nasional harus melalui ujian nasional.











